Minggu, 14 Agustus 2011

jatuh cinta, dijatuhi cinta, atau menjatuhi orang dengan cinta?

Dari awal, Ana merasa Ada yang berbeda dari Cara Ana memandang kamu, Ana selalu mencoba untuk diam.
Ana tau, kamu adalah seorang yang sangat menjaga Hati.
Ana belajar pula untuk menjga hati Ana agar seperti hatimu.
Tapi setiap kali ana berusaha untuk tegar, setiap kali itu juga Ana gak kuat buat gak 'nge view' kamu.

Ana tau, Ana bukan muslimah terbaik.
Tapi Ana gak mau munafik. Ada setetes ASA yang membuat Ana optimis..
Setetes ASA yang terus membangkitkan mimpi..
Setetes asa itu bernama cinta.

ana mencintai kamu.
Ana mencintai kamu dalam diam.
Ana gak berani berharap lebih dari ini.
Ana gak mau kecewa karena berharap terlalu tinggi..
Siapa sih yang gak mau punya Suami seperti kmu?.yang perlu kamu lakukan cuma memilih.
Dan Ana yakin pilihan kamu gak kan jatuh di ana..

kemarin, Ada buka bersama temen2 alkhairaat..
Ana gak berani dateng Karena ummy bilang kamu dateng.
Ana takut ketemu kamu.
Ana takut rasa ini berkembng menjadi obsesi..
Cukup rasa ini hanya sekedar ASA yang membuat Ana tetep berharap..
Ana gak may rasa ini terlalu juh sehingga membuat Ana merasa haruss memiliki kamu.


Abdul baari Al-muthi' .
Biar nama kamu cuma Ada di hati Ana aja.
Dan biar hanya Allah yang tau.
Apakah ASA ini boleh bicara tau hanya boleh terus terdiam hingga akhir.

Wassalamu'alaikum.





Yang mencinta.
Izzah

Kamis, 11 Agustus 2011

abdul baari Al-muthi'

maafkan Ana baar, kalo pertemanan ini harus terusik oleh sebingkai rasa yang menggebu hati..
Maafkan Ana, kalau hati ana terlanjur jatuh..

Awalnya Ana gak berniat begini.
Jangan kan untuk jatuh, untuk kagum pun tidak baar..
Tapi dengan berbincang denganmu' hati ans jadi tenang..
Dengan melihat wajahmu, Ana merasa nyaman.

Awalnya hanya kekaguman yang tertoreh di hati ana.
Menggoreskn Semburat senyum kala berbincang demganmu.
Tapi lama kemudian, ads setitik rindu yang menjelma menjadi asa untuk terus bersamamu..

Abdul baari Al-muthi..
Ana belajar menjadi lebih baik karena mu.
Ana belajar menjado sabar..

Kamu mengajariku untuk tabah.
Memtajariku untuk ikhlas.
Mengajariku untuk menjdi lebih baik.
Memgajariku untuk menjadi muslimah kaffah.

Mungkin asa ini bernama cinta.
Mungkin rindu ini Atas nama cinta..

Tapi biar segala asa rindu dam cinta Ana tetap diam.
Sampai Allah mengijinkannya bicara..
InsyaAllah di jalan yang di ridha'I Allah..

Kamis, 06 Januari 2011

Sekuntum “Cinta” Pengantin Syurga

“Cinta itu mensucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, memunculkan keberanian, mendorong berpenampilan rapi, membangkitkan selera makan, menjaga akhlak mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh dan cobaan bagi ahli ibadah,” Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya Raudah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin memberikan komentar mengenai pengaruh cinta dalam kehidupan seseorang.
Bila seorang kekasih telah singgah di hati, pikiran akan terpaut pada cahaya wajahnya, jiwa akan menjadi besi dan kekasihnya adalah magnet. Rasanya selalu ingin bertemu meski sekejap. Memandang sekilas bayangan sang kekasih membuat jiwa ini seakan terbang menuju langit ke tujuh dan bertemu dengan jiwanya.
Indahnya cinta terjadi saat seorang kekasih secara samar menatap bayangan orang yang dikasihi. Bayangan indah itu laksana air yang menyirami, menyegarkan, menyuburkan pepohonan taman di jiwa.

Dahulu di kota Kufah tinggallah seorang pemuda tampan rupawan yang tekun dan rajin beribadat, dia termasuk salah seorang yang dikenal sebagai ahli zuhud. Suatu hari dalam pengembaraannya, pemuda itu melewati sebuah perkampungan yang banyak dihuni oleh kaum An-Nakha’. Demi melepaskan penat dan lelah setelah berhari-hari berjalan maka singgahlah dia di kampung tersebut. Di persinggahan si pemuda banyak bersilaturahim dengan kaum muslimin. Di tengah kekhusyu’annya bersilaturahim itulah dia bertemu dengan seorang gadis yang cantik jelita.
Sepasang mata bertemu, seakan saling menyapa, saling bicara. Walau tak ada gerak lidah! Tak ada kata-kata! Mereka berbicara dengan bahasa jiwa. Karena bahasa jiwa jauh lebih jujur, tulus dan apa adanya. Cinta yang tak terucap jauh lebih berharga dari pada cinta yang hanya ada di ujung lidah. Maka jalinan cintapun tersambung erat dan membuhul kuat. Begitulah sejak melihatnya pertama kali, dia pun jatuh hati dan tergila-gila. Sebagai anak muda, tentu dia berharap cintanya itu tak bertepuk sebelah tangan, namun begitulah ternyata gayung bersambut. Cintanya tidak berada di alam khayal, tapi mejelma menjadi kenyataan.
Benih-benih cinta itu bagai anak panah melesat dari busurnya, pada pertemuan yang tersamar, pertemuan yang berlangsung sangat sekejab, pertemuan yang selalu terhalang oleh hijab. Demikian pula si gadis merasakan hal serupa sejak melihat pemuda itu pada kali yang pertama.
Begitulah cinta, ketika ia bersemi dalam hati… terkembang dalam kata… terurai dalam perbuatan…Ketika hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Ketika hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata…
Ketika cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhujam dalam hati, batangnya tertegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.
Semakin dalam makna cinta direnungi, semakin besar fakta ini ditemukan. Cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.
Begitupun dengan si pemuda, dia berpikir cintanya harus terselamatkan! Agar tidak jadi liar, agar selalu ada dalam keabadian. Ada dalam bingkai syari’atnya. Akhirnya diapun mengutus seseorang untuk meminang gadis pujaannya itu. Akan tetapi keinginan tidak selalu seiring sejalan dengan takdir Allah. Ternyata gadis tersebut telah dipertunangkan dengan putera bapak saudaranya.
Mendengar keterangan ayah si gadis itu, pupus sudah harapan si pemuda untuk menyemai cintanya dalam keutuhan syari’at. Gadis yang telah dipinang tidak boleh dipinang lagi. Tidak ada jalan lain. Tidak ada jalan belakang, samping kiri, atau samping kanan. Mereka sadar betul bahwa jalinan asmaranya harus diakhiri, karena kalau tidak, justeru akan merusak ’anugerah’ Allah yang terindah ini.
Bayangkan, bila dua kekasih bertemu dan masing-masing silau serta mabuk oleh cahaya yang terpancar dari orang yang dikasihi, ia akan melupakan harga dirinya, ia akan melepas baju kemanusiaannya dengan menabrak tabu. Dan, sekali bunga dipetik, ia akan layu dan akhirnya mati, dipijak orang karena sudah tak berguna. Jalan belakang ’back street’ tak ubahnya seperti anak kecil yang merusak mainannya sendiri. Penyesalan pasti akan datang belakangan, menangispun tak berguna, menyesal tak mengubah keadaan, badan hancur jiwa binasa.
Cinta si gadis cantik dengan pemuda tampan masih menggelora. Mereka seakan menahan beban cinta yang sangat berat. Si gadis berpikir barangkali masih ada celah untuk bisa ’diikhtiarkan’ maka rencanapun disusun dengan segala kemungkinan terpahit. Maka si gadis mengutus seorang hambanya untuk menyampaikan sepucuk surat kepada pemuda tambatan hatinya:
”Aku tahu betapa engkau sangat mencintaiku dan karenanya betapa besar penderitaanku terhadap dirimu sekalipun cintaku tetap untukmu. Seandainya engkau berkenan, aku akan datang berkunjung ke rumahmu atau aku akan memberikan kemudahan kepadamu bila engkau mau datang ke rumahku.”
Setelah membaca isi surat itu dengan seksama, si pemuda tampan itu pun berpesan kepada kurir pembawa surat wanita pujaan hatinya itu.
“Kedua tawaran itu tidak ada satu pun yang kupilih! Sesungguhnya aku takut akan siksaan hari yang besar bila aku sampai durhaka kepada Tuhanku. Aku juga takut akan neraka yang api dan jilatannya tidak pernah surut dan padam.”
Pulanglah kurir kekasihnya itu dan dia pun menyampaikan segala yang disampaikan oleh pemuda tadi.
Tawaran ketemuan? Dua orang kekasih? Sungguh sebuah tawaran yang memancarkan harapan, membersitkan kenangan, menerbitkan keberanian. Namun bila cinta dirampas oleh gelora nafsu rendah, keindahannya akan lenyap seketika. Dan berubah menjadi naga yang memuntahkan api dan menghancurkan harga diri kita. Sungguh heran bila saat ini orang suka menjadi korban dari amukan api yang meluluhlantakkan harga dirinya, dari pada merasakan keindahan cintanya.
“Sungguh selama ini aku belum pernah menemukan seorang yang zuhud dan selalu takut kepada Allah swt seperti dia. Demi Allah, tidak seorang pun yang layak menyandang gelar yang mulia kecuali dia, sementara hampir kebanyakan orang berada dalam kemunafikan.” Si gadis berbangga dengan kesalehan kekasihnya.
Setelah berkata demikian, gadis itu merasa tidak perlu lagi kehadiran orang lain dalam hidupnya. Pada diri pemuda itu telah ditemukan seluruh keutuhan cintanya. Maka jalan terbaik setelah ini adalah mengekalkan diri kepada ’Sang Pemilik Cinta’. Lalu diapun meninggalkan segala urusan duniawinya serta membuang jauh-jauh segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia. Memakai pakaian dari tenunan kasar dan sejak itu dia tekun beribadat, sementara hatinya merana, badannya juga kurus oleh beban cintanya yang besar kepada pemuda yang dicintainya.
Bila kerinduan kepada kekasih telah membuncah, dan dada tak sanggup lagi menahahan kehausan untuk bersua, maka saat malam tiba, saat manusia terlelap, saat bumi menjadi lengang, diapun berwudlu. Shalatlah dia dikegelapan gulita, lalu menengadahkan tangan, memohon bantuan Sang Maha Pencipta agar melalui kekuasaan-Nya yang tak terbatas dan dapat menjangkau ke semua wilayah yang tak dapat tersentuh manusia., menyampaikan segala perasaan hatinya pada kekasih hatinya. Dia berdoa karena rindu yang sudah tak tertanggungkan, dia menangis seolah-olah saat itu dia sedang berbicara dengan kekasihnya. Dan saat tertidur kekasihnya hadir dalam mimpinya, berbicara dan menjawab segala keluh-kesah hatinya.
Dan kerinduannya yang mendalam itu menyelimuti sepanjang hidupnya hingga akhirnya Allah memanggil ke haribaanNya. Gadis itu wafat dengan membawa serta cintanya yang suci. Yang selalu dijaganya dari belitan nafsu syaithoni. Jasad si gadis boleh terbujur dalam kubur, tapi cinta si pemuda masih tetap hidup subur. Namanya masih disebut dalam doa-doanya yang panjang. Bahkan makamnya tak pernah sepi diziarahi.
Cinta memang indah, bagai pelangi yang menyihir kesadaran manusia. Demikian pula, cinta juga sangat perkasa. Ia akan menjadi benteng, yang menghalau segala dorongan yang hendak merusak keindahan cinta yang bersemayam dalam jiwa. Ia akan menjadi penghubung antara dua anak manusia yang terpisah oleh jarak bahkan oleh dua dimensi yang berbeda.
Pada suatu malam, saat kaki tak lagi dapat menyanggah tubuhnya, saat kedua mata tak kuasa lagi menahan kantuknya, saat salam mengakhiri qiyamullailnya, saat itulah dia tertidur. Sang pemuda bermimpi seakan-akan melihat kekasihnya dalam keadaan yang sangat menyenangkan.
“Bagaimana keadaanmu dan apa yang kau dapatkan setelah berpisah denganku?” Tanya Pemuda itu di alam mimpinya.
Gadis kekasihnya itu menjawab dengan menyenandungkan untaian syair:
Kasih…
cinta yang terindah adalah mencintaimu,
sebuah cinta yang membawa kepada kebajikan.
Cinta yang indah hingga angin syurga berasa malu
burung syurga menjauh dan malaikat menutup pintu.
Mendengar penuturan kekasihnya itu, pemuda tersebut lalu bertanya kepadanya, “Di mana engkau berada?”
Kekasihnya menjawab dengan melantunkan syair:
Aku berada dalam kenikmatan
dalam kehidupan yang tiada mungkin berakhir
berada dalam syurga abadi yang dijaga
oleh para malaikat yang tidak mungkin binasa
yang akan menunggu kedatanganmu,
wahai kekasih…
“Di sana aku bermohon agar engkau selalu mengingatku dan sebaliknya aku pun tidak dapat melupakanmu!” Pemuda itu mencoba merespon syair kekasihnya
“Dan demi Allah, aku juga tidak akan melupakan dirimu. Sungguh, aku telah memohon untukmu kepada Tuhanku juga Tuhanmu dengan kesungguhan hati, hingga Allah berkenan memberikan pertolongan kepadaku!” jawab si gadis kekasihnya itu.
“Bilakah aku dapat melihatmu kembali?” Tanya si pemuda menegaskan
“Tak lama lagi engkau akan datang menyusulku kemari,” Jawab kekasihnya.
Tujuh hari sejak pemuda itu bermimpi bertemu dengan kekasihnya, akhirnya Allah mewafatkan dirinya. Allah mempertemukan cinta keduanya di alam baqa, walau tak sempat menghadirkan romantismenya di dunia. Allah mencurahkan kasih sayang-Nya kepada mereka berdua menjadi pengantin syurga.
Subhanallaah! Cinta memiliki kekuatan yang luar biasa. Pantaslah kalau cinta membutuhkan aturan. Tidak lain dan tidak bukan, agar cinta itu tidak berubah menjadi cinta yang membabi buta yang dapat menjerumuskan manusia pada kehidupan hewani dan penuh kenistaan. Bila cinta dijaga kesuciannya, manusia akan selamat. Para pasangan yang saling mencintai tidak hanya akan dapat bertemu dengan kekasih yang dapat memupus kerinduan, tapi juga mendapatkan ketenangan, kasih sayang, cinta, dan keridhaan dari dzat yang menciptakan cinta yaitu Allah SWT. Di negeri yang fana ini atau di negeri yang abadi nanti.
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum : 21).
dari Raja’ bin Umar An-Nakha’i dll.

jika ini bukan cinta

Jika ini bukan cinta
Jantungku tak kan berdegup begitu dahsyatnya tatkala semburat cahaya menyentuh retina tuk tampakkan bayangan mata. Meluruhkan seluruh napas tuk bersabda di atas pesona debaran sesakkan dada..

Jika ini bukan cinta
Hatiku tak kan meringis membanjir deras tatkala rasa teringkar setelah lama bersemayam. Memendam dalam bisu dan kamuflase bahagia yang terurai. Menggoyahkan ego dan hasrat dalam prinsip yang tertata..

Jika ini bukan cinta
Akalku tak kan berargumen tuk halalkan segala fitrah mengancam jiwa tatkala memikirnya tuk kabulkan imajinasi merangkai asa. Membeku dalam kelu lingkaran iman di atasnya..

Jika ini bukan cinta
Wahai Dzat yang jiwaku berada pada genggamanNya..

Dekaplah aku dalam sorot mata lindunganMu, agar ku bernaung dalam debaran damaiMu menenangkanku..
Rangkullah aku dengan kehangatan cintaMu, agar ku tak terjerat rasa semu yang membuatMu melepasku..
Peluklah aku dalam definisi imajinasi mengharapMu, agar ku tak terlena puing-puing khayal nyata asaku..

Jika ini bukan cinta
Wahai Dzat yang hatiku berada dalam tatapanNya..

Buanglah rasa yang mengitari hatiku. Jangan biarkannya membadai, meluluhlantakan seluruh gedung berfondasi baja yang selama ini kubangun, di tengah tandusnya gurun pasir dan besarnya gelombang samudera..

Enyahkanlah tentangnya dalam pikirku. Jangan biarkannya berkobar, menyuluti seluruh tatanan sejuknya hawa bumi yang selama ini kucipta atas izinMu, dalam rengkuhan aliran sungai dengan riaknya dan danau dengan diamnya..

Namun jika ini cinta,
Cukuplah Kau yang mengetahuinya..

ingetttt!!!

Duhai ukhti, jadikan malu sbg selendangmu..
...Maka tawan hatimu sendiri dlm sangkar keimanan, dlm jeruji kesetiaan..
Yah, kesetiaan pd-Nya yg telah tuliskan namamu dan namanya di lauhful mahfudz, jauh sblm bumi dan langit tercipta..

Maka cintailah dlm hening,
Agar jika mmg bkn dia yg ditakdirkan utkmu,
Maka cukuplah Allah dan kau yg tahu segala rasamu
Agar kesuciannya tetap terjaga..
Agar keanggunanmu tetap terbias..

Maka ku beritahukan pdmu, pegang kendali hatimu. Jangan kau lepaskan..
Acuhkan semua godaan yg menghampirimu..
Cinta bukan utk kau hancurkan, bukan utk kau musnahkan..
Namun cinta hanya butuh kau kendalikan, hanya cukup kau arahkan..

Ukhti, yang kau butuhkan hanya waktu, sabar, dan percaya..
Maka peganglah kendali hatimu, lalu arahkan pd-Nya..
Dan cintailah dalam diam.. Dalam hening..
Karena itu jauh lebih indah..

ketika akhwat jatuh cinta

Seorg akhwat Jatuh Cinta??

Tidak ada yang aneh, mereka juga manusia..

Bukankah cinta adalah fitrah manusia??

Tidak pantaskah akhwat jatuh cinta??

Mereka juga punya hati dan rasa..



Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya??

Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu di wajah, tak ada buncah suka di dada..

Namun sebaliknya..



Ketika Akhwat Jatuh Cinta..~



Yang mereka rasakan adalah penyesalan yang amat sangat, atas sebuah hijab yang tersingkap..

Ketika lelaki yang tak halal baginya, berawangan dalam alam fikirannya..

Yang mereka rasakan adalah ketakutan yang begitu besar akan cinta yang tak suci lagi..

Ketika rasa rindu mulai merekah di hatinya..

Yang mereka rasakan adalah kesedihan yang tak terperih akan sebuah rasa yang tak semestinya..



Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu..

Yang ada adalah malam-malam yang dipenuhi air mata penyesalan atas cinta-Nya yang ternodai..

Yang ada adalah kegelisahan, kerana rasa yang salah arah..

Yang ada adalah penderitaan akan hati yang mulai sakit..



Ketika Akhwat Jatuh Cinta..~



Bukan harapan untuk bertemu yang mereka nantikan..

Tapi yang ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dari orang tersebut..

Tak ada kata-kata cinta dan rayuan..

Yang ada adalah kekhawatiran yang amat sangat..

Akan hati yang mulai merindukan lelaki yang belum halal atau bahkan tak akan pernah halal baginya..



Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah..

Kegelisahan di hatinya yang tak mampu lagi memberikan ketenangan di wajahnya yang dulu teduh..

Mereka akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya..

Bahkan pada saat itu dia harus menghilang, maka itu pun akan mereka lakukan..



Alangkah kasihannya jika akhwat jatuh cinta..

Kerana yang ada adalah penderitaan..



Tapi ukhti..

Bersabarlah..

Jadikan ini ujian dari Rabbmu..



Matikan rasa itu secepatnya..

Pasang tembok pembatas antara kau dan dia..

Pasang duri dalam hatimu, agar rasa itu tak tumbuh bersemai..

Cuci dengan air mata penyesalan akan hijab yang sempat tersingkap..

Putar balik kemudi hatimu, agar rasa itu tetap terarah hanya padaNya..

Pupuskan rasa rindu padanya dan kembalikan dalam hatimu rasa rindu akan cinta Rabbmu..



Ukhti..

Jangan khawatir kau akan kehilangan cintanya..

Kerana bila memang kalian ditakdirkan bersama..

Maka tak akan ada yang dapat menghalang kalian bersatu..

Tapi ketahuilah..

Bagaimana pun usaha kalian untuk bersatu..

Jiika Allah tak menghendakinya, maka tak akan pernah kalian bersatu..



Ukhti..

Bersabarlah..

Biarkan Allah yang mengaturnya..

Maka yakinlah..

Semuanya akan baik-baik saja..



~..Semua Akan Indah Pada Waktunya..~

Senin, 03 Januari 2011

my first post in 2011

hmmm,  kayanya "dia" ngejauh deh dari gue..
pas gue buka profile facebooknya "dia" gue ga bisa liat wall "dia..
agak sesak napas juga sih pas tau, tapi gue bisa apa?hahaha
cuma bisa ketawa sambil nangis doang.


tapi yang gue rasain bukan sakit hati dan benci "dia".
tapi gue malah makin ngerasa sayang sama "dia"
"dia" begitu menjaga hati dan diri "dia" dari segala sesuatu yang haram.
mungkin juga dari gue..
yeayyy

mungkin dengan cara ini "dia" ngasih tau gue kalo ada tembok antara gue dan "dia" dan tembok itu sangat kuat, dan baru bisa hancur kalo pake senjata mutakhir yang namnaya " pernikahan "
yeyeyey


singing
"semoga tanganku berjodoh dengannya..syalalalala"
hahahahhaha



"dia" itu cowo hebatttt!
sangat hebat..
and i wish aku bisa jodoh sama si pria hebat ini..
hehe
amiin ya rabb