Dari awal, Ana merasa Ada yang berbeda dari Cara Ana memandang kamu, Ana selalu mencoba untuk diam.
Ana tau, kamu adalah seorang yang sangat menjaga Hati.
Ana belajar pula untuk menjga hati Ana agar seperti hatimu.
Tapi setiap kali ana berusaha untuk tegar, setiap kali itu juga Ana gak kuat buat gak 'nge view' kamu.
Ana tau, Ana bukan muslimah terbaik.
Tapi Ana gak mau munafik. Ada setetes ASA yang membuat Ana optimis..
Setetes ASA yang terus membangkitkan mimpi..
Setetes asa itu bernama cinta.
ana mencintai kamu.
Ana mencintai kamu dalam diam.
Ana gak berani berharap lebih dari ini.
Ana gak mau kecewa karena berharap terlalu tinggi..
Siapa sih yang gak mau punya Suami seperti kmu?.yang perlu kamu lakukan cuma memilih.
Dan Ana yakin pilihan kamu gak kan jatuh di ana..
kemarin, Ada buka bersama temen2 alkhairaat..
Ana gak berani dateng Karena ummy bilang kamu dateng.
Ana takut ketemu kamu.
Ana takut rasa ini berkembng menjadi obsesi..
Cukup rasa ini hanya sekedar ASA yang membuat Ana tetep berharap..
Ana gak may rasa ini terlalu juh sehingga membuat Ana merasa haruss memiliki kamu.
Abdul baari Al-muthi' .
Biar nama kamu cuma Ada di hati Ana aja.
Dan biar hanya Allah yang tau.
Apakah ASA ini boleh bicara tau hanya boleh terus terdiam hingga akhir.
Wassalamu'alaikum.
Yang mencinta.
Izzah
^^
BalasHapus